Sejarah
Android
adalah sistem operasi berbasis Linux yang dirancang untuk perangkat
seluler layar sentuh seperti telepon pintar dan komputer tablet. Android
awalnya dikembangkan oleh Android, Inc., dengan dukungan finansial dari
Google, yang kemudian membelinya pada tahun 2005. Sistem operasi ini
dirilis secara resmi pada tahun 2007, bersamaan dengan didirikannya Open
Handset Alliance, konsorsium dari perusahaan-perusahaan perangkat
keras, perangkat lunak, dan telekomunikasi yang bertujuan untuk
memajukan standar terbuka perangkat seluler. Ponsel Android pertama
mulai dijual pada bulan Oktober 2008.
Perkembangan Versi
Android versi 1.1
Android
memang diluncurkan pertama kali pada tahun 2007, namun sistem operasi
ini mulai dirilis dan diterapkan ke berbagai gadget pada tanggal 9 Maret
2009 silam. Android versi 1.1 merupakan Android awal yang dimana versi
ini baru memberikan sentuhan dibeberapa aplikasinya seperti sistem antar
muka bagi pengguna (user interface) yang lebih baik, serta beberapa
aplikasi yang lain.
Android versi 1.5 (Cupcake)
Pada
bulan Mei 2009 Android kembali mengalami perubahan versi. Android versi
1.1 kemudian disempurnakan dengan Android versi 1.5 atau yang dikenal
sebagai Android Cupcake. Perubahan yang terjadi pada sistem operasi
Android Cupcake bisa dibilang cukup banyak. Diantaranya adalah sistem
fasilitas mengunggah video ke Youtube, aplikasi headset nirkabel
bluetooth, tampilan keyboard dilayar, serta tampilan gambar bergerak
yang lebih atraktif.
Android versi 1.6 (Donut)
Donut
(versi 1.6) diluncurkan dalam tempo kurang dari 4 bulan semenjak
peluncuran perdana Android Cupcake, yaitu pada bulan September 2009.
Android versi Donut memiliki beberapa fitur yang lebih baik dibanding
dengan pendahulunya, yakni mampu menayangkan indikator baterai pada
ponsel, pengguna dapat memilih dan menentukan file yang akan dihapus,
zoom-in zoom-out gambar dengan membaca gerakan serta arah gerakan tangan
(gesture), penggunaan koneksi CDMA/EVDO, dan lain sebagainya.
Android versi 2.0/2.1 (Eclair)
Masih
ditahun yang sama, Android kembali merilis operating sistem versi
terbarunya, yaitu Android versi 2.0/2.1 Eclair. Android Eclair
diluncurkan oleh Google 3 bulan setelah peluncuran Android versi 1.6.
Dengan meluncurkan 4 versi ditahun yang sama, akhirnya begitu banyak
perusahaan pengembang gadget atau handset yang mulai tertarik untuk
menggunakan dan mengembangkan Android sebagai platform utama yang
digunakan untuk handset-handset terbaru mereka. Inilah dimana era
kebangkitan Android yang sempat mendobrak doktrin penggunaan sistem
layar yang awalnya dipandang kurang user friendly bagi pengguna.
Android versi 2.2 (Froyo: Frozen
Yoghurt)
Butuh
5 bulan bagi Google untuk melakukan regenerasi dari Android Eclair
versi sebelumnya ke versi Froyo Frozen Yoghurt. Pada tanggal 20 Mei
2010, Android versi 2.2 alias Android Froyo ini dirilis. Sistem operasi
dengan julukan Froyo ini melakukan beberapa update dan juga pembenahan
seputar aplikasi serta tampilannya. Keinginan untuk bisa menempatkan
sebuah kartu ekspansi berbentuk slot Micro SD berkapasitas besar sudah
bisa diwujudkan oleh OS versi ini.
Android versi 2.3 (Gingerbread)
7
bulan kemudian Android kembali melakukan gebrakan dengan merilis
kembali Android versi 2.3 atau yang dikenal sebagai Android Gingerbread.
dari segi tampilan Gingerbread jauh lebih atraktif dan sudah mampu
mendukung fitur dual kamera untuk melakukan video call. Bukan hanya itu
saja, Android Gingerbread juga mulai mengkonsentrasikan kepada kemampuan
untuk meningkatkan mutu aplikasi-aplikasi permainan berbasis mobile
android.
Android versi 3.0/3.1 (Honeycomb)
Pada
bulan Mei 2011 Android versi 3.0/3.1 atau Android Honeycom dirilis.
Android Honeycomb merupakan sebuah sistem operasi Android yang tujuannya
memang dikhususkan bagi penggunaan tablet berbasis Android. Halaman
pengguna (user interface) yang digunakan pada Android versi ini juga
sangat berbeda dengan yang digunakan pada smartphone Android. Hal
tersebut tentu saja disebabkan oleh tampilan layar yang lebih besar pada
tablet serta untuk mendukung penggunaan hardware dengan spesifikasi
yang lebih tinggi yang digunakan pada perangkat tersebut.
Android versi 4.0 (ICS: Ice Cream
Sandwich)
Android
ICS atau Ice Cream Sandwich juga dirilis pada tahun yang sama dengan
Honeycomb, yaitu pada bulan Oktober 2011. Begitu banyak fitur-fitur
terbaru yang disematkan pada sistem operasi ini, antara lain yaitu fitur
yang memaksimalkan fotografi, grafis dan resolusi gambar, kualitas
video, sistem pengenal wajah dan masih banyak lagi lainnya.
Android versi 4.1 (Jelly Bean)
Android
Jelly Bean merupakan versi Android yang terbaru pada saat ini. Salah
satu gadget yang menggunakan sistem operasi Jelly Bean adalah Google
Nexus 7 yang diprakarsai oleh ASUS, vendor asal Taiwan yang juga menjadi
teman satu kampung halaman dengan Acer. Fitur terbaru dari sistem
operasi Android Jelly Bean ini salah satunya adalah peningkatan
kemampuan on-screen keyboard yang lebih cepat serta lebih responsif, dan
beberapa fiture keren lainnya.
Android versi 4.4 (KitKat)
Kehadiran
android kitkat merupakan pelucuran produk OS anyar yang dilucurkan pada
4 september 2013, sebelumnya banyak kabar beredar jikalau android akan
meluncurkan OS baru yang bernama Android Key Lime Pie namun setelah di
analalisa tidak sesuai dengan ejaan orang umum, sehingga namanya diganti
dengan OS Android KitKat yang sebagian besar orang sudah familiar
dengan itu seperti yang dilangsing BBC dalam wawancaranya dengan John
Lagerling selaku perwakilan dari google.
Kernel Linux
Hingga
pada November 2013, Android menggunakan kernel yang berbasis kernel
Linux versi 3.x (versi 2.6 pada Android 4.0 Ice Cream Sandwich dan
pendahulunya). Android menggunakan mesin virtual Dalvik dengan kompilasi
yang tepat untuk menjalankan 'dex-code' Dalvik (Dalvik Executable),
biasanya diterjemahkan oleh bytecode Java.
Kelebihan OS Android
1.
Bersifat multitasking : artinya kita dapat menjalankan beberapa
applikasi/program secara bersama-sama tanpa mengganggu program yang
lain.
2. Sistem operasi yang bersifat Open Source :
handphone manufaktur dapat menggunakannya dengan bebas dan para
pengembang applikasi juga dapat membuat program diatas sistem operasi
android dengan gratis. Hal ini makin memperluas pengguna Android
sehingga Android lebih terjangkau baik dari segi harga maupun fungsi.
3.
Banyak Applikasi yang dapat di download dengan Gratis: point nomor 2
menyebabkan pengembang applikasi lebih leluasa mengembangkan android
dan membuat applikasi yang gratis tersedia sangat banyak
4.
Syncronisasi email, task dan dukungan messenger seperti Yahoo
Messenger, Whatsup dan yang terakhir adalah kemampuan berintegrasi
dengan Blackberry Messenger.
Kekurangan
OS Android
1. Baterai yang
cepat habis : karena biasanya penggunaan Android memerlukan konektifitas
data yang lebih intens seperti sync email, Yahoo Messenger, whatsup dan
lain sebagainya maka biasanya baterai harus dicharge paling tidak
sehari sekali.
2. Pengoperasian akan sulit di
pertama pemakaian, anda akan menemukan banyak pilihan-pilihan. Hal ini
mungkin membingungkan pada awalnya, namun akan memudahkan anda di
kemudian hari.
3. Untuk applikasi yang gratis
biasanya pembuat applikasi akan menaruh iklan didalam applikasi,
walaupun tidak semua applikasi gratis ada iklannya. Namun sayangnya
beberapa applikasi gratis sangat berlebih menempatkan iklan di applikasi
mereka.
4. Koneksi Internet yang intens,
tergantung anda memilih operator. Bila anda memilih operator dengan
harga berlangganan internet yang murah itu merupakan keuntungan bagi
anda.
Sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/Android_%28sistem_operasi%29
http://dasar-pendidikan.blogspot.com/2013/04/arti-android-sejarah-dan-perkembangan.html
http://handphoneandroid10.blogspot.com/2013/09/kelebihan-dan-kekurangan-os-android.html